Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH


VISTA MSN Bukit Jalil
Anda Boleh Membuat Pesanan Terus Pada Sahabat Saya:
http://annedec.multiply.com
anniedec_71@yahoo.com atau ainicakeshouse@gmail.com

Photo AlbumJan 11, '08 7:23 AM
for everyone
TATA CARA TURUN KETIKA SUJUD
Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin rahimahullahTa’ala

Soal: Bagaimanakah tata cara turun untuk bersujud?

Jawab: Yang pertama turun adalah lutut terlebih dahulu, kemudian dua buah telapak tangan, karena Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang sujud dengan meletakkan telapak tangan terlebih dahulu, sebagaimana sabdanya:

إذا سجد أحدكم فلا يبرك كما يبرك البعير وليضع يديه قبل ركبتيه.

“Apabila salah seorang di antara kalian sujud, maka janganlah turun untuk sujud sebagaimana menderumnya onta, dan hendaklah ia meletakkan dua tangannya sebelum dua lututnya” (HR. Ahmad 2/381; Abu Dawud no. 840; An-Nasa’I no. 1090).

Kalimat pertama yang berbunyi”janganlah turun untuk sujud sebagaiamana menderumnya onta” , larangan ini tentang sifat sujudnya yang ditunjukkan oleh huruf “kaf” yang berarti penyerupaan (tasybih). Bukan larangan tentang kesamaan pada anngota badan yang sujud. Sekiranya larangan terhadap kesamaan anggota badan yang sujud tentulah bunyi hadits tersebut Maka janganlah menderum persis dengan menderumnya onta, jika memang demikian maka kami katakana janganlah Anda turun sujud di atas dua lutut karena onta menderum di atas dua lututnya. Tetapi Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengatakan janganlah menderum persis dengan menderumnya onta, namun beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan janganlah menderum sebagaimana menderumnya onta. Ini adalah larangan tentang sifat dan tata cara, bukan larangan kesamaan meletakkan anggota badan saat sujud.

Oleh karena itu Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullah dalam kitabnya Zaadul Ma’ad (1/215) yakin bahwa perawi hadits terbalik dalam menyebutkan kalimat terakhir dalam hadits tersebut. Kalimat terakhir tersebut yaitu: Hendaklah ia meletakkan dua tangannya sebelum dua lututnya, beliau berkata: yang benar hendaklah ia meletakkan dua lututnya sebelum dua tangannya; sebab sekiranya meletakkan dua tangan terlebih dahulu sebelum dua lututnya tentu ia akan bersujud sebagaimana menderumnya onta. Onta itu apabila menderum lebih mendahulukan tangannya. Barangsiapa yang pernah menyaksikan onta menderum tentulah jelas baginya permasalahan ini.

Maka yang benar jika kita ingin menyelaraskan hadits pada bunyi hadits yang terakhir dengan yang bunyi hadits yang pertama, yaitu: Hendaklah ia meletakkan dua lututnya sebelum dua tangannya, karena jika ia meletakkan dua tangannya sebelum dua lututnya sebagaimana yang saya katakana tentulah ia akan turun sujud sebagaimana turunnya onta. Sehingga awal dan akhir hadits menjadi bertentangan.

Sebagian ikhwan telah mengarang sebuah risalah yang berjudul FATHUL MA’BUD FII WADH’I RUKBATAINI QOBLA YADAIN FII SUJUD, karya ini cukup bagus dan bermanfaat. Oleh karena itu sunnah yang diperintahkan oleh Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam dalam sujud adalah meletakkan dua lutut sebelum dua tangan.

Sumber: Majmu’ Fatawa Arkanil Islam, soal no. 249.


The Sajdah (Arabic: ُسجده) or sujud (Arabic: سُجود) is an Arabic word given to mean a prostration to God in the direction of the Ka'aba at Makkah which is usually done during the daily prayers (Salah). While in sujud, a Muslim is to praise Allah and glorify him. The position involves having the forehead, nose, hands, knees and toes all touching the sajada (prayer mat) or floor.

Sujud is an Arabic word and is the plural of Sajjada. Muslims do sajjda in each prayer many times depending upon the rakah of prayer. Rakah can be described as a unit of set actions that have to be performed in a prayer. A shortest (obligatory) Muslim prayer consists of two rakahs. Rakah can be described as follows.

1. Standing with hands on top of each other at chest level
2. bowing down with hands resting on knees
3. standing up from bowing with hands by the side
4. going in prostration (sajjda) once
5. lifting face up from prostration but sitting on the ground
6. doing a second prostration (Sajjda) and then getting up for the second/third/fourth rakah points 1-6 define one rakah. So the shortest muslim prayer (2 Rakah)has a total of 4 sujud.

Sujud are one of the main pillars of Salah. If a person misses a sujud by forgetting or some other reason, he will need to make up his Prayer again.
Other types of Sujud

1. Sajda of thankfulness: This is from the Sunnah of the Islamic prophet Muhammad that whenever he used to hear news which would make him happy, he would make sujud for thanking Allah.

2. Sajda of recitation: During the recitation of the Koran there are fourteen places where when Muhammad recited that ayat (verse) he prostrated to Allah. So whenever Muslims recite ayat (verses) from any of those ayat (indicated with ۩ in most Korans), Muslims also prostrate following the sunnah (example) of Muhammed.

3. Sajda of forgetfulness: During the prayer if a person forgets to do one of the actions of prayer he can make up for certain actions by performing two sujud at the end of the prayer. This can only be done if specific types of actions are forgotten by the person praying.

Rule of direction of the Sujud

Sujud is only made to Allah alone and none other. In prayer, Muslims face the Holy Kabba in Makkah, Saudi Arabia, but make their Sujud to Allah, not the Kabba. Kabba is only a united direction that Muslims face as it is the order of Allah in Koran. If any person claiming to be Muslim makes a sujud to any thing/deity/person other than Allah, he is considered a disbeliever.

Sayings during Sujud

There are numerous things that a Muslim can say during Sujud as is evident from the example of the Prophet Muhammad. Among them are duas (prayers), Hamd (praising of Allah), Tasbeeh (glorfying Allah) and statements of Muhammed which make a person humble. Muslims are not allowed to recite the Koran during sujud.

RUJUKAN:

New Forum Salafy Indonesia

AL-QUTHBIYYAH; Mereka Adalah Fitnah, maka ketahuilah. Oleh Syaikh Abu Ibrohim bin Sholthon Al-Adnaniy Download disini

Tautan

Ulama Dan Penuntut Ilmu:

Fatwa Al-Albani; Al-‘Utsaimin; Imam Al-Ajuri; Al-‘Utsaimin; Abdul Aziz Al-Bur’i; Abdul Aziz Alu Syaikh (Mufti, KSA); Ar-Rajhiy; Ar-Rois; Al-‘Ubaikan; Abdullah Ghomidi; Abdullah Shalfiq Az-Zufairi; Abdurrozaq Afifi; Abdus Salam Barjas; Al-Albani; Aman Al-Jami; Ibn Baaz; Kholid Dlohawi Az-Zufairi; Mahir Al-Qohthoni; Muqbil Hadi Al-Wada’i; Rabi’ Hadi Al-Madkholi; Salim Al-‘Ajmi; Sholih As-Suhaimi; Shulthon Al-‘Ied; Usamah Al-‘Utaibi; Yahya Al-Hajuri; Sholih Al-Fauzan; Zaid Al-Madkholi;

Arabic:

Ahlul Hadits; Al-Baidho’; Ana Salafy; Arsip Ahlul Ahwa’; As-Sunnah; Arsip Falih Al-Harbi; Forum Salafy; Arsip Hizbut Tahrir; Arsip Ikhwanul Muflisin; Ilmu Shahih; Arsip Jama’ah Shufiyyah (Tabligh); Arsip Khutbah Jum’at; Lajnah Ad-Daimah; Manhaj Salafy; Sahab Salafiyyah; Fatwa Sahab Salafiyyah;

Indonesia:

Ahlus Sunnah Jakarta; An-Najiyyah; Darus Salaf; Kajian Ahlus Sunnah; Majalah Asy-Syari’ah; Mereka Adalah Teroris; Ma’had Jember; Salafy Makassar; Salafy Indonesia; Thullabul Ilm;

English:

Al-‘Utsaimin; Al-Albani; Al-Ibaanah; Bakkah; Ibn Baaz; Tasfiyyah Wat Tarbiyyah; Muqbil Hadi Al-Wada’i; Rabi’ Hadi Al-Madkholi; As-Salaf; Salafy Publications; Salafy Ink; Sholih Al-Fauzan; Troid; ’Ubadi Al-Jabiri;

Audio:

Fawaid As-Salafiyyah (AR); Riyadus Sholihin (EN); Sahab Audio (AR); Salafy Audio (EN); Salafy Cast (EN); Salafy Durus (AR); Salafy Tapes (EN);

Books:

Al-Ibaanah; Maktabah Imam Al-Ajuri; Maktabah Sahab Salafiyyah; Salafy Library;

Muslimah:

Akhwat Salafiyyah; Mar’ah Salafiyyah; Muslimah Salafiyyah; Salafiyyat Sahab; Muslimah Salafiyyah;


ANTARA KESALAHAN BERKAITAN SOLAT

SOLAT adalah amalan pertama yang dihisab Allah pada akhirat nanti. Jika Solat atau sembahyang seseorang baik, baiklah pula seluruh amalannya dan begitulah sebaliknya.

Solat perlu dipelihara sebaik-baiknya. Antara kesalahan yang selalu dilakukan berkaitan sembahyang adalah:

1. Meninggalkan sembahyang.

Hal ini adalah suatu kekufuran berdasarkan Al-Quran, Sunnah dan Ijmak. Allah berfirman bermaksud: "Apakah yang membuat kalian masuk ke dalam Neraka Saqar?" Mereka menjawab: "(Kerana) kami dulu tidak termasuk orang yang mendirikan solat." (Surah Al-Muddatstsir, ayat 4)

Rasulullah saw bersabda: "Perjanjian antara kami dengan mereka adalah solat, barang siapa meninggalkannya maka dia kafir." (Hadis riwayat Ahmad dan lainnya).

2. Melengah-lengahkan solat.

Firman Allah swt bermaksud : Sesungguhnya solat itu wajib atas orang beriman dalam waktu yang sudah ditentukan." (Surah an-Nisa, ayat 103)

Oleh itu, melengah-lengahkan solat tanpa uzur yang dibolehkan syarak adalah berdosa besar. Rasulullah bersabda: "Itu adalah solat orang munafik. Dia duduk menunggu matahari, sampai jika matahari sudah berada antara dua tanduk syaitan (hendak tenggelam) dia berdiri dan melakukan empat rakaat, sedangkan dia tidak mengingat Allah dalamnya kecuali sedikit." (Hadis riwayat Muslim).

3. Tiada thuma'ninah dalam solat.

Thuma'ninah adalah rukun solat dan tidak sah solat tanpanya. Thuma'ninah ertinya tenang ketika sedang rukuk, iktidal, sujud dan duduk antara dua sujud.

Tenang maksudnya sampai tulang kembali pada posisi dan persendiannya, tidak tergesa-gesa dalam penggantian dari satu rukun ke rukun lainnya.

4. Tidak khusyuk dan banyak gerakan dalam solat.

5. Mendahului atau menyamai perlakuan Imam.

Hal ini boleh menyebabkan solat terbatal. Makmum hendaklah mengikuti Imam, tidak mendahului atau menyamai perbuatan Imam.

Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya diadakannya Imam itu untuk diikuti, kerana itu jika dia (Imam) bertakbir, bertakbirlah, dan jangan kalian bertakbir sampai dia bertakbir, dan jika dia rukuk, maka rukuklah dan jangan kalian rukuk sampai dia rukuk." (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim).

6. Bangun dari duduk untuk menyempurnakan rakaat berikutnya sebelum Imam selesai dari salam kedua bagi yang 'masbuq' (tidak bersama Imam semasa takbiratul ihram).

7. Memandang ke langit (atas) atau menoleh ke kiri dan ke kanan ketika solat.

Hal ini diperkatakan Rasulullah dalam sabdanya: "Hendaklah orangmu berhenti daripada mendongakkan pandangannya ke langit ketika solat atau Allah tidak mengembalikan pandangannya kepada mereka." (Hadis riwayat Muslim).

"Dan jauhilah orang yang menoleh dalam solat kerana sesungguhnya ia adalah suatu kebinasaan." (Hadis riwayat At-Tirmizi)

8. Mengenakan pakaian nipis yang tidak menutupi aurat.

Hal ini membatalkan solat kerana menutup aurat adalah syarat sah solat. Tidak memakai tudung dan menutupi telapak kaki bagi wanita kerana aurat wanita dalam solat adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan.

Ummu Salamah ditanya mengenai pakaian solat wanita. Beliau menjawab: "Hendaknya dia solat dengan kerudung, dan baju kurung panjang yang menutupi kedua-dua telapak kakinya."

9. Melintas di depan orang yang sedang solat.

Rasulullah bersabda: "Seandainya orang yang lalu di depan orang solat itu mengetahui dosanya, tentu berhenti (menunggu) empat puluh (tahun) lebih baik baginya daripada melintas di depannya." (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim).

10. Tidak melakukan takbiratul ihram ketika mendapati imam sedang rukuk.

Takbiratul ihram adalah rukun solat dan wajib dilakukan dalam keadaan berdiri, baru kemudian mengikuti Imam yang sedang rukuk.

11. Melakukan sesuatu yang melalaikan daripada solat seperti menonton televisyen dan bersembang.

Allah berfirman, maksudnya: "Wahai orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikanmu daripada mengingat Allah, barang siapa melakukan demikian maka mereka itulah orang yang rugi." (Surah Al-Munafiqun, ayat 9).

12. Makruh memejamkan mata ketika solat tanpa keperluan.

Seperti diriwayatkan Ibnu Qayyim berkata, Nabi tidak mencontohkan solat dengan memejamkan mata. Tetapi, jika memejamkan mata diperlukan, misalnya, kerana di hadapannya ada lukisan atau sesuatu yang menghalangi kekhusyukannya maka hal itu tidak makruh.

13. Tidak melurus atau merapatkan barisan ketika berjemaah.

Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Kalian mahu meluruskan barisan kalian atau Allah akan membuat perselisihan antara hati kalian." (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim).

14. Tidak memperhatikan sujud dengan tujuh anggota.

Nabi Muhammad saw bersabda: "Kami diperintahkan untuk sujud dengan tujuh anggota; kening dan beliau mengisyaratkan dengan tangannya sampai ke hidungnya, dua tangan, dua lutut dan dua telapak kaki (perut hujung jari kaki)." (Muttafaq Alaih)


HIKMAH SUJUD....good discoveries....

MUNGKIN ramai di kalangan umat Islam tidak sedar mengenai pelbagai hikmah yang tersembunyi ketika sujud.

Pada hal, kita perlu sedar bahawa tiada suatu pun ciptaan dan suruhan Allah s.w.t. yang sia-sia, malahan setiap ciptaan itu mempunyai kelebihan yang selalunya tidak terjangkau akal manusia.

Manusia melakukan sujud dalam dua bentuk, iaitu sujud fizikal seperti ketika bersolat dan sujud spiritual berbentuk ketaatan kepada perintah Allah s.w.t.dan menjauhi larangannya.

Ulama mengatakan sujud ketika solat adalah waktu manusia paling hampir dengan Allah s.w.t . dan mereka menggalakkan kita bersujud lebih lama.

Antara hikmah lain sujud adalah melegakan sistem pernafasan dan mengembalikan kedudukan organ ke tempat asalnya. Bernafas ketika sujud pula boleh:

membetulkan kedudukan buah pinggang yang terkeluar sedikit dari tempat asalnya serta membetulkan pundi peranakan yang jatuh.

melegakan sakit hernia. (burut)
mengurangkan sakit senggugut ketika haid.
melegakan paru-paru daripada ketegangan.
mengurangkan kesakitan bagi pesakit apendiks atau limpa.

Kedudukan sujud adalah paling baik untuk berehat dan mengimbangkan lingkungan bahagian belakang tubuh.ameringankan bahagian pelvis.Memberi dorongan supaya mudah tidur. menggerakkan otot bahu, dada, leher, perut serta punggung ketika akan sujud dan bangun daripada sujud.

Pergerakan otot itu menjadikan ototnya lebih kuat dan elastik, secara automatik memastikan kelicinan perjalanan darah yang baik.bagi wanita, pergerakan otot itu menjadikan buah dadanya lebih baik, mudah berfungsi untuk menyusukan bayi dan terhindar daripada sakit buah dada.

Mengurangkan kegemukan.

pergerakan bahagian otot memudahkan wanita bersalin, organ peranakan mudah kembali ketempat asal serta terhindar daripada sakit gelombang perut (convulsions).

Organ terpenting iaitu otak manusia menerima banyak bekalan darah dan oksigen. mengelakkan pendarahan otak jika tiba-tiba menerima pengepaman darah ke otak secara kuat dan mengejut serta terhindar penyakit salur darah dan sebagainya..

Dari segi psikologi pula, sujud membuatkan kita merasa rendah diri di hadapan Yang Maha Pencipta sekali gus mengikis sifat sombong, riak, takbur dan sebagainya.

Dari segi perubatan, kesan sujud yang lama akan menambahkan kekuatan aliran darah ke otak yang boleh mengelakkan pening kepala dan migrain, menyegarkan otak serta menajamkan akal fikiran sekali gus menguatkan mentaliti seseorang.

Menurut kajian, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah sedangkan setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal dan sempurna.


DOA SUJUD

Dalam Kitab Sifat Sholat Nabi nya syaikh al-Albani menjelaskan mengenai Do'a-do'a sujud. Dalam sujudnya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam membaca beberapa zikir dan doa yang berbeda-beda, diantaranya sebagai berikut :

1. "Subhana rabbiyal a'la" ("Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi") , tiga kali atau lebih. Pernah dalam sholat malam Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam mengucapkan berulang-ulang sehingga lama sujudnya hampir sama dengan berdirinya. Padahal dalam berdirinya beliau Shalallahu alaihi wassalam membaca 3 surah yang panjang (al-Baqarah, an-Nisaa dan Ali Imran), diselingi dengan bacaan doa dan istighfar sebagaimana yang dijelaskan dalam sholat lail (malam, tahajjud)

2. "Subhaana rabbiyal a'la wabihamdih." ("Mahasuci Tuhanku Yang Maha tinggi dan segala puji bagiNya").

3. "Subbuuhun qudduusun rabbul malaaikati warruuhu." ("Maha suci dan Mahakudus, Tuhan malaikat dan ruh).

4. "Subhaanaka allahumma rabbanaa wabihamdika allahummaghfirlii." ("Mahasuci Engkau, wahai Tuhan, Tuhan kami dan dengan memujiMu wahai Tuhan, ampunilah aku"). (HR Bukhari dan Muslim). Bacaan ini banyak. Beliau Shalallahu alaihi wassalam baca pada saat ruku dan sujudnya sebagaimana yang diperintahkan al-Qur'an.

5. Dan lain-lain.

Abu Muslim Ahmadi ar Ramadhaniy

sujud.jpg
  
sujud2.jpg
  
sujud3.jpg
  
sujud4.jpg
  
sujud5.jpg
  
sujud6.jpg
  
sujud7.jpg
  


unirab wrote on Jan 11, '08
lah yang betul gimana yang salah gimana kok gak diterangin nih om
dody006 wrote on Jan 12, '08
Pakcik...cuba Anda beri syarahan yang bisa kita mengerti. Ok???
dody006 wrote on Jan 16, '08
Terima kasih atas informasinya
paklong65 wrote on Jan 18, '08
alhamdullilah...memang banyak hikmahnya dari pic ni......
bluecavalier wrote on Feb 9, '08
tampak samping bagaimana pak cik?
sioyiek wrote on Apr 4, '08
Masih bingung mana yg benar untuk sujud,...tangan dulu, atau lutut dulu? yang jatuh ke sajadah...
acquagymbrazil wrote on May 30, '08
ACQUAGYM BRAZILIAN MANUFACTURER OF SPECIAL AND EXCLUSIVE SWIMWEAR FOR MUSLIM GIRLS, PLEASE ACESS WWW.ACQUAGYMBRAZIL.COM
acquagymbrazil wrote on May 30, '08
ACQUAGYM BRAZILIAN MANUFACTURER OF SPECIAL AND EXCLUSIVE SWIMWEAR FOR MUSLIM GIRLS, PLEASE ACESS WWW.ACQUAGYMBRAZIL.COM
Add a Comment